Sabtu, 29 Maret 2014

Jurnal Refleksi Minggu ke 4

Salam Entrepreneur!!!
Kali ini saya akan menuliskan tentang apa yang saya dapatkan dari pembelajaran di kelas T100 minggu ke 4 dengan pokok bahasan materi business model innovation,
Meski sebenarnya jurnal minggu ke 4 saya ini terlambat hadir,, tapi lebih baik terlambat dari pada tidak berbuat.
Setelah menyimak dan mempelajari materi materi yang ad di minggu ke 4 ini,, hal atau materi yang paling berkena pada pemikiran saya adalah tentang sepuluh inovasi bisnis yang di jabarkan oleh Bapak Gamaliel Waney.
Bahwa inovasi dalam bisnis itu ternyata bukan hanya sekedar pada inovasi produk,, tapi banyak inovasi inovasi lain yang bisa di lakukan oleh seorang entrepreneur, yaitu seperti:
1. Inovasi yang Beliau kelompokan menjadi inovasi konfigurasi, inovasi ini meliputi Inovasi pada Provit model, atau cara kita dalam mendapatkan keuntungan,, kalau pak Gamaliel mrmberi contoh buy one get one free, kalau saya ingin berinovasi dengan cara beli 5 macam bentuk bross,, saya kasih gratis 1 bentuk lain. Lalu inivasi yang ke dua yaitu inovasi pada network atau jaringan,, jaringan disini bisa jaringan kedalam atau jaringan keluar. Jaringan kedalam adalah jaringan yg berkaitan dengan kegiatan produksi kita,, dan jaringan keluar adalah berkaitan dengan kegiatan penjualan kita. Dan yang ketiga adalah inovasi pada proses, yaitu inovasi dalam proses produksi,, saya melakukanya dengan cara, membuat satu persatu bagian dari pembuatan bros,, kalau dulu saya membuat bross bunga saya buat satu persatu, misal saya buat mawar merah,, saya mulai dengan membentuk kawat menjadi rangka mawar, lalu saya mmasang kain, lalu menyatukannya, lalu membuat dasar tempat jarumnya, lalu mrmbuat putiknya,, lalu memasangnya.  Dan dengan cara itu saya kehilangan banyak waktu untuk membereskan perkakas yg banyak,, dari gunting, benang dan sebagainya. Sekarang tidak lagi begitu,, pertama saya awali dengan membentuk rangka bunga,, sampai banyak,, sampai kira2 jadi sepuluh bunga atau seberapa saya mau,, setelah saya membentuk rangkanya,, saya bisa segera mmbereskan alat untuk mmbntuk rangka, lebih cepat,, krn blm brantakan,, lalu saya buat banyak dasar tempat jarumnya agar siap tempel, juga dengan putiknya, setelah itu saya lapisi satu persatu rangka bunganya dengan kain, sampai jadi semua,, nah tahap terakhir saya tinggal menyatukan kelopakny, mmsang jarum dan putik nya,, lbh cepat lbh rapi.
2. Inovasi yang selanjutnya adalah inovasi pada offering atau penawaran, yaitu bagaimana cara kita menawarkan produk kita,, inovasi yang saya lakukan di sini adalah dengan memberikan pelatihan membuat bros kepada yang berminat,, Latihan nya gratis,, bahan saya sediakan, hanya saja hasil belajar nya dibeli sesuai harga jual saya, dengan begitu saya mendapat 3 keuntungan,, saya berharap ilmu yang saya bagikan bermanfaat, lalu saya pun mendapat hasil dari pnjualan bross tersebut,, dan saya tidak mendapat komplen dalam produk karena pembeli membuat sendiri.
3. Yang terakhir adalah inovasi pada experience atau pengalaman yang bisa saya bagikan ke konsumen,, disini saya hanya mencoba memberi pengertian kepada setiap yang ingin belajar dan ingin membeli bahan sendiri,, saya berbagi cerita ttg kesaalah langkahan saya yg buru2 beli bahan banyak banyak padahal saya belum tahu caranya, apa saja bahan dan alatnya, lalu saya jelaskan kepda mereka alangkah baiknya klo melihat dulu prosesnya dan belajar dulu satu dua, agar tidak membuang tenaga dan biaya.

Yang berikutnya adalah tentang value inovation yang di sampaikan oleh Bapak  Nur Agustinus,,
Yaitu tentang bagaimana melakukan inovasi yang memberi nilai lebih, tapi mengurangi biaya, memang benar, banyak yang berlomba lomba membuat inovasi pada produk,, tp juga menambah biaya produksi.. Dari contoh contoh yang di berikan oleh Beliau, saya akan coba berfikir bagaimana cara saya melakukan value inovation itu..
Sekian jurnal refleksi minggu ke 4 ini. Salam Entrepreneur

Kamis, 06 Maret 2014

Strategy To Grow

Salam Entrepreneur!!
Kelas UCEO,materi minggu ke dua dikelas ini adalah tentang strategy to grow, banyak pembelajaran dan pemahaman yang saya dapatkan setelah menyimak dan membaca materi yang disampaikan oleh para Instructor, juga dari hasil diskusi oleh para UC onliner. Disini saya akan menuliskan tentang apa saja yang mampu saya pahami dari proses belajar saya di minggu ke dua ini.
1. Memulai Usaha itu harus memiliki dasar yang pertama yaitu adalah Keyakinan pada diri sendiri bahwa kita yakin bila menjadi pengusaha adalah jalan yang akan kita ambil, dan kita juga harus yakin dan optimis bahwa kita akan berhasil dalam menjalani usaha tersebut, karena dengan keyakinan itu, kita akan selalu menumbuhkan kesungguhan, ketekunan, keuletan dan percaya diri untuk terus mengembangkan usaha kita.
2. Setelah kita mempunyai usaha, hal yang harus kita lakukan adalah berfikir,dan bertindak agar usaha kita itu bisa terus berkembang, disini hal yang pertama harus diwujudkan adalah kepercayaan pelanggan, yang bisa kita dapatkan dengan kejujuran, karena sekali tidak jujur maka ketidak jujuran itu akan terus menumbuhkan ketidak jujuran berikutnya di waktu yang berikutnya yang akhirnya akan berdampak buruk bagi usaha kita dan yang utama adalah kredibilitas kita.
3.Kita telah punya usaha, tapi seorang entrepreneur tidak akan hanya berhenti pada sebatas punya usaha yang mungkin sudah mampu memberi kehidupan lebih baik, tapi seorang entrepreneur akan menumbuhkan usahanya, atau disebut scale up agar bisa memberi kehidupan yang lebih baik lagi bukan hanya untuk dirinya tapi juga lingkungan nya. Dalam mengembangkan usaha kita pasti akan menemui Tantangan atau kalau saya sebut itu adalah sebuah tuntutan dan kewajiban bagi seorang pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya menjadi lebih besar, dan lebih besar. Seperri di sebutkan oleh Bapak Sandiaga Uno tentang 3 tantangan dalam scaling up yaitu:
a.access to human capital: Yah ini adalah bagaimana kita menjadi atau memilih SDM yang mumpuni dalam menjalankan usaha,dengan kita menjadi atau memiliki SDM yang bekualitas, baik dalam pengetahuan juga dalam keahlian dalam bidang usaha tersebut,kita bisa menghasilkan produk atau jasa yang bernilai baik bagi konsumen dengan proses yang lebih mudah bila dibanding dengan SDM yg belum memiliki skill di bidang tersebut, tapi skill dan knowledge ini bisa kita dapatkan dg proses pembelajaran pastinya. Saya jadi ingat ketika pertama kali saya membuat bros berbentuk lebah, saat itu teman yang mau mengajari saya belum ada waktu untuk bertemu saya, karena saya penasaran akhirnya saya beli sendiri bahan bros tersebut dengan mencontoh bros yang sudah ada, saat itu saya keliling samsuipo mencari toko craft itu,, setelah saya dapatkan bahanya, segera saya coba buat bros nya tapi 3 kali 4 kali dan berkali kali tetap kidak bisa membentuk lebahnya, akhirnya bros yang sudah jadi saya bongkar saya perhatikan baik baik urutanya,sampai saa biaa membentuk lebah itu, bentuknya sudah sama. Saya pikir sdah bisa, lalu ketika saa bertemu dengan taman saya ternyata saya salah jalan dalam membuat bros nya. Akibat nya bros nya tyidak kencang,, dari situ lah saya paham dan mengerti bahwa dalam menciptakan sesuatu itu ada IlMU nya.
b. acces to market: Setelah kita punya produk tantangan yang ke dua adalah mencari market kemana kita akan menjual produk kita tersebut,ini adalah tantangan terberat menurut saya dan bagi saya, karena saya ini pendiam, saya tidak tahu bagaimana cara menawarkan produk, apa saya bisa mengantisipasi rasa malu ketika mereka tidak menyambut penawaran saya. Tapi perlahan saya terbiasa dengan hal hal itu. Dalam tantangan ini hal yg terpenting menurut saya adalah bagaimana kita memperluas network, semakin luas jaringan yang kita miliki maka semakin luas pula market yang bisa kita masuki. Tapi tidak lantas semua market kita isi promosi dengan produk tersebut, karena seorang yang entrepreneur harus bisa melihat kebutuhan pasar, apa yang diinginkan oleh market A, apa yang di cari oleh market B, agar kita tidak membuang buang waktu tenaga juga cost untuk promosi,bila akhirnya promosi kita salah tempat.
c. access to modal: Disini kita di tuntut untuk meningkatkan modal yang kita miliki, kenapa? Ya karena kita ingin mengembangkan usaha kita maka kita harus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk kita, dan semua itu perlu suntikan modal juga untuk mencapainya, seperti di jelaskan oleh pak Sandiaga Uno bahwa modal itu akan datang ke kita bila usaha kita memperlihatkan pertumbuhan yang baik,karena antara pengusaha dengan pemodal bisa menjalin suatu bisnis yang saling menguntungkan, apabila suatu usaha yang di modalkan mengalami perkembangan.
4. Dalam berwirausaha akan sangat baik bila ada motivasi lain selain keuntungan yang melatarbelakangi usaha tersebut, karena suatu usaha tidak bisa berjalan sendiri, tapi selalu berkaitan dengan orang lain, alam dan sebagainya, bagaimana agar usaha kita terus berjalan dengan baik dan diterima dengan baik oleh lingkungan, masyarakat juga pasar, yaitu dengan kita memberi kontribusi kepada elemen elemen tersebut, dengan kita membuka lapangan kerja, kita memberi kesempatan kepada orang lain agar bisa bertumbuh pula, menurut bapak Dalyono pemilik mataram furniture "hidup itu menghidupi orang lain". Mungkin ini yang di maksud oleh bapak Sudhamek agar kita mencari "where is the better future".
5. Agar usaha kita bisa terus berkembang kita harus pandai dalam melakukan inovasi inovasi terhadap produk atau jasa kita,agar kita tidak tertinggal oleh pesaing bisnis kita. Dijelaskan oleh bapak Antonius Tanan, inovasi didapat dari solusi yang kita cipatkan yang diterima oleh konsumen atas masalah dari konsumen tersebut. Intinya kita harus peka melihat masalah yang ada atau di hadapai oleh konsumen, setelah itu kita haru berkreasi dan bertindak menciptakan solusi tersebut sehingga menjadi inovasi yang tidak bisa ditolak oleh pelanggan. Dengan begitu pelanggan akan terus membeli produk produk kita yang artinya usaha kita pun akan tetap berjalan.
6. Ini adalah rangkaian dari perjalanan suatu usaha, dijelaskan oleh pak Nur Agustinus bahwa usaha itu berjalan melalui tahapan tahapan:
a. Tahap introduction atau perkenalan: Ini adalah tahap dimana kita berusaha memperkenalkan usaha atau produk kita kepada pasar, hal yang terpenting dalam tahap ini adalah kita harus jeli dalam menghitung kapan titik impas itu terjadi, kita harus berhati hati dalam menggunakan omzet yang masuk pada tahap ini, jangan sampai menganggap omzet yang didapat adalah 100% keuntungan, lalu kita gunakan tanpa perhitungan, yang mungkin bisa menyebabkan kita tidak bisa melakukan produksi lagi karena modal nya ikut terpakai.
b. Tahap kematangan: Tahap ini adalah tahap paling enak dalam suatu usaha, tapi sebagai entrepreneur yang terus bertumbuh , kita jangan terlalu lama nyaman dalam tahap ini tanpa berbuat apa pun, kita harus melakukan inovasi, agar bila saat usaha kita di market ini mulai turun kita sudah punya market yang lain, atau produk lain. Kita beraction dengan cara berinovasi dengan produk baru, Kita bisa ciptakan produk lanjutan dari produk yang terdahulu, atau apapun sesuai pengamatan kita terhadap kebutuhan konsumen, atau kita bisa menciptakan market baru dengan cara membuka atau memperluas cabang di berbagai daerah.
c. Tahap Kemunduran: Tahap ini adalah tahap dimana usaha yang kita jalani mengalami penurunan dalam pejualan, tapi jika pada fase kematangan kita telah melakukan antisipasi akan kemunduran ini, setidaknya kita telah memiliki usaha yang sedang bertumbuh juga. Itulah hasil pemahaman saya dari pembelajaran minggu ke dua ini, hmm... saya akan berusaha menerapkan nya dalam usaha kecil yang sedang saya jalani, agar saya lebih berpengalaman lagi. salam Entreprteneur!!